Terungkap, Jurus Tak Lazim Apple Agar ‘Aman’ Bisnis di China

JakartaApple ternyata melakukan sejumlah langkah yang tak lazim demi memperlancar bisnisnya di China, termasuk pengeluaran sebesar USD 275 miliar atau sekitar Rp 3.944 triliun.

Dilansir dari The Information, Senin (13/12/2021), berdasarkan dokumen internal dan sumber yang tak disebutkan namanya, Apple bahkan pernah diminta untuk melakukan perubahan pada tampilan peta digitalnya terkait pulau yang diperebutkan oleh China dan Jepang.

Permintaan itu datang antara tahun 2014 dan 2015, untuk pulau Senkaku (nama menurut Jepang) atau Diaoyu (nama menurut China). Dalam permintaan tersebut, China meminta tampilan pulau tersebut diperbesar di peta digital Apple.

Apple tak cuma menuruti permintaan tersebut, bahkan sampai saat ini pun jika pulau tersebut lewat Apple Maps di China, pulaunya terlihat lebih besar dibandingkan area sekitarnya.

Laporan tersebut juga menjelaskan mengenai masalah iTunes, iCloud, serta Apple Pay, yang diselesaikan dalam nota kesepahaman sepanjang 1.250 kata yang ditandatangani oleh CEO Apple Tim Cook saat ia mengunjungi China pada 2016.

👉 TRENDING:  Cara Root HP Samsung Untuk Berbagai Tipe Hp Tutorial Mudah

Cook disebut sengaja datang ke China untuk menyelesaikan masalah regulasi yang terus terjadi dan berdampak pada bisnis Apple. Ia menandatangani perjanjian berdurasi lima tahun di mana Apple menjanjikan investasi, perjanjian bisnis, dan pelatihan, yang nilainya mencapai USD 275 miliar, yang bertujuan agar bisnis mereka di China tak terganggu.

Laporan The Information ini tampaknya memang benar-benar terjadi, karena menurut data dari analis Counterpoint Research, pada Oktober 2021 Apple akhirnya menjadi brand ponsel paling besar di China, pencapaian yang sebelumnya belum pernah bisa dicapai Apple dalam enam tahun ke belakang.

Apple pun kini punya pusat riset dan penelitian di China dan mulai menyimpan data iCloud milik penggunanya di China secara lokal.

Meski begitu, masih ada beberapa hal yang tak bisa dilakukan Apple di China, seperti fitur Private Relay (semacam VPN) yang tak tersedia di negara tersebut. Juga pemblokiran terhadap beberapa aplikasi tertentu di App Store China.

(asj/fyk)

Sumber : https://inet.detik.com/consumer/d-5852409/terungkap-jurus-tak-lazim-apple-agar-aman-bisnis-di-china


ARTIKEL TERKAIT :

Leave a Comment